Jumat, 24 Desember 2010

Pesan Moral Melalui Pembelajaran

 Setiap pembelajaran di sekolah dapat menjadi pintu masuk ke pendidikan karakter melalui pengungkapan pesan moral dan keteladanan. Salah satunya melalui pembelajaran fisika modern.
Sifat konsep/fenomena fisika modern yang jauh dari pengalaman empiris menjadikan pembelajaran fisika penuh dengan penalaran dan diskusi. Dari diskusi itulah pendidik bisa masuk pada pendidikan karakter.

”Jadi pembelajaran fisika tidak boleh berhenti pada apa ini apa itu, tetapi harus masuk ke permasalahan mengapa, bagaimana, dan apa implikasinya,” ujar Prof Drs Nathan Hindarto lewat pidato Pengukuhan Guru Besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Semarang (Unnes), Kamis (25/11), di Kampus Unnes, Gunungpati, Semarang.
Melalui pidato berjudul ”Pendidikan Karakter dalam Pembelajaran Fisika Modern”, Nathan menegaskan pendidikan karakter dapat berjalan seiring dengan pembelajaran fisika modern.
Oleh karena itu, pembelajaran fisika modern jangan hanya sebatas sekumpulan fenomena, fakta, teori, rumus, dan latihan soal-soal tetapi harus diikuti penyampaian pesan-pesan moral.
Nathan menyatakan mengambil tema tentang tanggung jawab moral guru fisika modern dalam pendidikan karakter karena banyaknya peristiwa tawuran antarpelajar, antarmahasiswa, suporter sepak bola, hingga kerubutan yang terjadi di gedung parlemen. (SON)

sumber :kompaas

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

MAKALAH DAN ARTIKEL PSIKOLOGI PENDIDIKAN

news artikel

1. Konsep Psikologi Pendidikan


2. Perkembangan Peserta Didik


3. Aplikasi Psikologi Pendidikan


Masalah-masalah pendidikan di Indonesia

enyebab rendahnya mutu pendidikan di Indonesia antara lain adalah masalah efektifitas, efisiensi dan standardisasi pengajaran. Hal tersebut masih menjadi masalah pendidikan di Indonesia pada umumnya. Adapun permasalahan khusus dalam dunia pendidikan yaitu:

-Rendahnya sarana fisik,

-Rendahnya kualitas guru,

-Rendahnya kesejahteraan guru,

-Rendahnya prestasi siswa,

-Rendahnya kesempatan pemerataan pendidikan,

-Rendahnya relevansi pendidikan dengan kebutuhan,

-Mahalnya biaya pendidikan.

Permasalahan-permasalahan yang tersebut di atas akan menjadi bahan bahasan dalam makalah yang berjudul “ Rendahnya Kualitas Pendidikan di Indonesia” ini.



-Negara belum mampu melaksanakan amanat UUD yaitu 20% APBN untuk pendidikan

-sarana dan prasarana pendidikan yang tidak mendukung

-keprofesionalan guru yang rendah

-kesejahteraan guru yang rendah (terkait dengan keprofesionalan)

-pendidikan dijadikan komoditas politik dalam pilkada-pilkada ,dengan kampanye pendidikan gratis

-belum meratanya pendidikan yang layak bagi seluruh daerah diIndonesia

-belum sesuainya pendidikan dengan karakter daearah-daerah dan karakter Indonesia
-moral para pendidik banyak yg rendah.
-SDM bidang pendidikan alias pengajar2 nya harus ditingkat kan kwalitasnya
- fasilitas timpang antara sekolah2 di kota dan di pelosok
- gaji guru yang kecil ( terutama untuk yang tugas di pelosok )
-tidak adanya pemerataan infrastruktur untuk semua daerah.
-begitu ada sekolah dengan mutu pendidikan yg bagus harganya selangit.. ndak terjangkau